Wednesday, 11 January 2023

Pengertian Gempa Bumi, Jenis-Jenis, Penyebab, Akibat, dan Cara Menghadapi Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi, Jenis-Jenis, Penyebab, Akibat, dan Cara Menghadapi Gempa Bumi

Mengenal Gempa Bumi: Jenis, Penyebab, hingga Cara Menghadapinya

Pengertian Gempa Bumi –

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi. Selain itu gempa bumi juga bisa disebabkan oleh letusan gunung api.

Gempa bumi juga bisa diartikan sebagai suatu peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Frekuensi gempa bumi di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo. Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitudo atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya 7 kali lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa.


Jenis-Jenis Gempa Bumi
Jenis-jenis gempa bumi dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan penyebab dan kedalamannya. Berikut ini merupakan penjelasannya :

a. Berdasarkan Penyebabnya
Menurut penyebab terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Gempa Vulkanik
Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Contoh : gempa G. Bromo, gempa G. Una-Una, gempa G. Krakatau.

2. Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman. Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang cukup dahsyat. Contoh : gempa Aceh, Bengkulu, Pangandaran.

3. Gempa runtuhan atau terban
Gempa runtuhan atau terban adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh, dan sejenisnya. Tipe gempa seperti ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit.

b. Berdasarkan Kedalamannya
Berdasarkan kedalamannya, jenis-jenis gempa bumi juga dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Gempa bumi dalam
Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya (pusat gempa) berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.

2. Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.

3. Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.

Parameter Gempa Bumi

  • Waktu terjadinya gempabumi (Origin Time – OT)
  • Lokasi pusat gempabumi (Episenter)
  • Kedalaman pusat gempabumi (Depth)
  • Kekuatan Gempabumi (Magnitudo) 
  • Karakteristik Gempa Bumi Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
  • Lokasi kejadian tertentu akibatnya dapat menimbulkan bencana berpotensi terulang lagi 
  • Belum dapat diprediksi 
  • Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.

Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa Bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa Bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.


Akibat yang ditimbulkan oleh gempa bumi diantaranya adalah :

1. Dampak fisik :
Bangunan banyak yang hancur atau roboh.Tanah longsor akibat goncangan. Jatuhnya korban jiwa. Permukaan tanah menjadi merekat, retak dan jalan menjadi putus. Banjir karena rusaknya tanggul.
Gempa dasar laut dapat menyebabkan tsunami, dsb.
2. Dampak sosial :
Menimbulkan kemiskinan, Kelaparan, Menimbulkan penyakit.
Bila pada sekala yang besar (dapat menimbulkan tsunami yang besar), bisa melumpuhkan politik, sistem ekonomi, dsb.

Cara Menghadapi Gempa Bumi
Berikut ini adalah cara atau sikap kita saat menghadapi gempa bumi, yaitu :

1. Bila berada di dalam rumah :
Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur.
Bila tidak ada, lindungilah kepala dengan bantal atau benda lainnya. Jauhi rak buku, lemari dan kaca jendela. Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding dan sebagainya.


2. Bila berada di luar ruangan :
Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi dan sebagainya.Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka. Jauhi rak-rak dan kaca jendela.


3. Bila berada di dalam ruangan umum :
Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang. jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari, kaca jendela dan sebagainya.


4. Bila sedang mengendarai kendaraan :
Segera hentikan di tempat yang terbuka. Jangan berhenti di atas jembatan atau di bawah jembatan layang/jembatan penyeberangan.


5. Beri pertolongan :
Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar Anda.
 

6.Evakuasi :
Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempa bumi. Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki di bawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah.
 

7. Dengarkan informasi :
Saat gempa bumi terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi yang tidak jelas.


Alat Pengukur Gempa Bumi (
Seismograf)
Seismograf adalah alat yang digunakan atau dipakai untuk mengukur kuat dan lemahnya suatu gempa bumi. Berdasarkan arah getaran yang diukur, seismograf dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu :

1.Seismograf horisontal yaitu suatu jenis seismograf yang mencatat kekuatan gempa ataupun getaran bumi dengan arah secara horizontal (mendatar).
2.Seismograf vertikal yaitu jenis dari seismograf yang mencatat getaran bumi dengan arah secara vertikal.


Besaran gempa didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik dan dicatat oleh alat Seismograf dengan menggunakan Skala Richter.
Demikianlah artikel mengenai pengertian gempa bumi, jenis-jenis, penyebab, akibat, dan cara menghadapi gempa bumi. Semoga artikel ini dapat berguna serta dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Monday, 9 January 2023

  5 Tips Memilih Sekolah Anak Usia Dini

 5 Tips Memilih Sekolah Anak Usia Dini

Bulan Jauari sampai Juni biasanya banyak orang tua mengalami kebingungan untuk memilih sekolah anak yang sesuai. Terlebih lagi, orang tua yang memiliki anak usia dini atau balita. Hal ini sangat wajar mengingat Ayah Bunda pasti ingin pendidikan terbaik untuk buah hati.

Meskipun saat ini ada banyak pilihan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dengan mudah kita temukan di lingkungan sekitar tempat tinggal  kita, tapi menentukan pilihan lembaga pendidikan yang tepat bagi anak selalu menjadi dilema. Nah, berikut beberapa tips memilih sekolah agar Ayah Bunda tidak keliru dalam menyediakan pendidikan anak usia dini terbaik.

5 Tips Memilih Sekolah Anak Usia Dini



1. Perhatikan Kurikulum dan Program Pembelajarannya

Setiap sekolah pasti memiliki kurikulum dan program pembelajaran berbeda. Ada yang menggunakan kurikulum pendidikan nasional, internasional, hingga menggunakan kurikulum khusus seperti Montessori dan Cambridge. Masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dalam hal ini, sebaiknya Ayah Bunda pilih sekolah yang sesuai dengan tujuan pendidikan untuk anak. Misalnya, Ayah Bunda ingin si Kecil jago berbahasa Inggris. Sekolah dengan kurikulum internasional mungkin bisa menjadi pertimbangan karena sehari-hari, guru dan siswanya menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris.

2. Ketahui Lokasinya

Selanjutnya, pilih sekolah yang lokasinya strategis dan tidak jauh dari rumah. Paling tidak, jarak sekolah dan rumah tidak lebih dari 15 menit. Hal ini untuk menghindari anak terlambat datang ke sekolah sekaligus hemat waktu dan biaya. Apabila sekolah di sekitar rumah dirasa kurang sesuai, Ayah Bunda bisa memilih sekolah dengan metode Blended Learning.

Blended Learning merupakan program pembelajaran yang menggabungkan kelas online dan offline. Gabungan kelas online dan offline ini akan memudahkan anak mendapat pendidikan yang sesuai meskipun jarak rumah dan sekolah cukup jauh. 

3. Pertimbangkan Fasilitasnya

Sekolah bagus tidak melulu tentang bangunan mewah atau sarana prasarana mahal. Hal terpenting adalah pilih sekolah yang bersih, aman, dan tersedia fasilitas sesuai kebutuhan anak. Selain itu, pilih sekolah tersebut yang mampu menunjang proses tumbuh kembang baik dari segi motorik, sosial, bahasa, kognitif, hingga emosional.

Jadi ketika memilih sekolah, Ayah Bunda jangan ragu untuk berkunjung langsung supaya tahu fasilitas apa saja yang ditawarkan dan apakah semua sesuai dengan kebutuhan anak.

4. Ketahui Biaya Sekolahnya

Selanjutnya, pastikan Ayah Bunda memilh sekolah anak dengan biaya sesuai bujet dan kualitas yang ditawarkan. Sebagai patokan, sekolah mahal tidak selalu menawarkan kualitas terbaik dan yang murah juga tidak selalu memiliki kualitas buruk. Bandingkan biaya sekolah dengan fasilitas serta program yang ditawarkan. 

5. Perhatikan Kualitas Guru

Terakhir, perhatikan kualitas guru atau tenaga pengajar sebelum memilih sekolah. Hal ini penting mengingat sehari-hari anak berinteraksi dengan guru. Jangan sampai kita menitipkan anak pada guru yang kurang sabar, telaten, dan tidak kompeten di bidangnya.

Jadi, saat memilih sekolah, jangan ragu untuk bertanya tentang pengalaman dan latar belakang pendidikan tenaga pengajar di sekolah tersebut. Hal ini penting agar Ayah Bunda bisa mempertimbangkan apakah sekolah yang dipilih tepat bagi anak atau tidak. 

Kesimpulan

Memilih sekolah untuk anak usia dini memang tidak mudah, mengingat ini merupakan  pondasi sekaligus bekal untuk jenjang pendidikan berikutnya. Hal paling penting adalah, pilih sekolah yang mampu mengembangkan kemampuan anak berdasarkan minat bakat

Di sekolah tersebut, anak akan menerima beragam pembelajaran menarik dan imajinatif, yang menstimulasi semua aspek perkembangan sehingga mereka bisa tumbuh berkembang secara optimal. Didukung tenaga pengajar profesional dan berpengalaman di bidangnya, SMM menawarkan kelas interaktif yang bisa diikuti secara online ataupun offline sesuai pilihan Ayah Bunda.

 

Wednesday, 9 October 2013

ANALISIS BIAYA VOLUME – LABA




KATA PENGANTAR

       Pujisyukur kami panjatkankehadiran  Allah Subhanahu Wata’ala yang telah melimpahkan segala rahmat, taufikdanhidayah - Nyakepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Akuntansi Manajemen “Analisis Biaya Volume Laba”
       Makalah ini diharapkan mampu memberikan wawasan pengetahuan dan pemahaman bagi para pembaca dalam lingkup kelas dengan rujukan dapat memahami biaya volume laba, dari berbagai sumber buku Akuntansi menejemen dan literature buku lainnya yang relevan bertujuan untuk memperkuatlan dasar teori dan membangun kerangka penyajian yang koperatif, agar lebih mudah di pahami dan dimengerti. Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan oleh karena itu kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan sebagai timbale balik yang positif demi perbaikan masa mendatang.
       Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan dan penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat membantu dan bermanfaat. Amin.






                                                                                             Kudus, April 2012

                                                                                                            Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN

            Analisis impas memberikan informasi tingkat penjualan minimum yang harus dicapai suatu usaha agar tidak mengalami kerugian.Dari analisis tersebut juga dapat diketahui sampai seberapa jauh volume penjualan yang direncanakan boleh turun,agar perusahaan tidak mendrita kerugian.Analisis Impas merupakan salah satu bentuk analisis biaya-volume-laba,karena untuk mengetahui impas maupun margin of safety dilakukan analisis terhadap hubungan antara biaya-volume-laba.
Konsep analisis biaya-volume-laba merupakan alat yang berguna untuk perencanaan dan pengambilan keputusan,karena analisis biaya-volume-laba menekankan pada keterkaitan antara biaya,jumlah yang dijual dan harga.Analisis ini menggabungkan semua informasi keuangan perusahaan.Analisis biaya-volume-laba dapat menjadi alat yang berharga untuk mengidentifikasi luas dan besarnya masalah ekonomi yang dihadapi perusahaan dan menunjukkan secara tepat jawaban yang diperlukan

Rumusanmasalah:
1.      Jelaskanpengertiandanpenghitunganimpas….?
2.      Bagaimanacaramenganalisislabakontribusidan ratio labakontribusi…?
3.      Apa yang dimaksutstrukturpendapatandanbiaya….?
4.      Apa yang dimaksut operating laverage…?
5.      Apadanbagaimanapenerapanbiaya volume lama…?


Tujuan:
1.      DapatmengetahuiPengertiandanperhitunganimpas
2.      Menganalisislabakontribusidan ratio labakontribusi
3.      Dapanmemahamistrukturpendapatandanbiaya.
4.      Memahamitingkat operating laverage.
5.      Dapatmenerapkanbiaya volume laba.

BAB II
PEMBAHASAN

A.               Pengertian dan perhitungan Impas
                           Impas adalah keadaan suatu perusahaan yang pendapatan penjualannya sama dengan jumlah total biayanya,atau besarnya laba kontribusi sama dengan total biaya tetap,dengan kata lain perusahaan tidak memperoleh laba tetapi juga tidak menderita rugi atau rugi labanya sebesar nol.
  Rumus perhitungan Impas :


Rounded Rectangle: PENJUALAN   =  BIAYA   +   LABA
 



          Penjualan ditentukan oleh dua faktor,yaitu :
1)      Harga jual per unit (p)
2)      Volume penjualan (x)
Biaya dapat digolongkan menjadi dua,yaitu :
1)      Biaya variabel      
2)      Biaya tetap (a)
Biaya variabel ditentukan dua faktor,yaitu  :
1)      Biaya variabel per unit (b)
2)      Volume penjualan (x)
Laba disingkat dengan(i)
Dengan demikian persamaan tersebut diatas menjadi :
Rounded Rectangle: pX  = bX  +  a +  i                       
                                       
Dalam keadaan impas i=0,oleh karena itu persamaan impas adalah :
Rounded Rectangle: pX  = bX + a           
                                                        
pX  - bX  =  a
X (p –b)  = a


Agar penjualan dapat dinyatakan dalam rupiah,maka persamaan tersebut perlu dikalikan p atau harga jual per unit sehingga persamaan yang baru menjadi :


 




Rumus penjualan dalam unit pada laba yang direncanakan :


 



                                                                                                                       
Rumus penjualan dalam rupiah pada laba yang direncanakan :


 




                                                                                     
B.     Laba kontribusi dan Ratio Laba Kontribusi
Analisis kontribusi merupakan teknik-teknik analitis yang digunakan untuk menentukan dan mengevaluasi akibat-akibat yang terjadi pada laba yang disebabkan oleh perubahan-perubahan volume(unit) yang dijual,harga jual,biaya tetap,dan biaya variabel.Analisis ini memusatkan perhatian pada laba kontribusi,yaitu hasil penjualan dikurangi biaya-biaya variabel.
Laba kontribusi adalah pendapatan penjualan dikurangi semua biaya variabel.Laba kontribusi menunjukkan jumlah yang tersedia untuk menutup semua biaya tetap.Setelah biaya tetap tertutup maka sisanya adalah laba yang diperoleh perusahaan pada periode yang bersangkutan.Jika laba kontribusi tidak cukup untuk menutup biaya tetap maka terjadi rugi pada periode tersebut.
C.    Struktur pendapatan dan biaya
1.     Struktur pendapatan
Setiap perusahaan dapat mempunyai struktur pendapatan yang berbeda-beda. Struktur pendapatan menunjukkan perbandingan antara pendapatan yang sifatnya tetap dengan pendapatan yang sifatnya dipengaruhi dengan tingkat kegiatan. struktur pendapatan di golongkan menjadi dua:

a.       Perusahaan yang sebagian struktur pendapatannya merupaakan pendapatan tetap
Perusahaan tertentu memiliki struktur pendapatan tetap di samping pendapatan yang tergantung pada tingkat kegiatan. Misalnya perusahaan listrik dan telepon mempunyai pendapatan tetap dalam bentuk pendapatan langganan sedangkan pendapatan beban atau pendapatan pemakai tergantung pada besarnya pemakai jasa.
            Dalam rumus impas pendapatan tetap atau fikrd revenues (disingkat dengan simbol (FR)
b.      Perusahaan yang struktur pendapatannya dipengaruhi oleh tingkat kepadatan.
Pendapatan pada perusahaan tertentu dipengaruhi oleh tingkat kepadatan (load factor jasa yang dijual kepada para pembeli. misalnya perusahaan jasa angkutan dipengaruhi oleh kepadatan penumpang.

2.     Struktur Biaya

             Setiap perusahaan dapat mempunyai struktur biaya yang berbeda dengan perusahaan lain.Struktur biaya adalah perbandingan relatif antara biaya tetap dan biaya variabel dalam suatu perusahaan. Atas dasar struktur biayanya perusahaan dikelompokkan menjadi
a.       Perusahaan yang struktur biaya variabelnya tinggi dan juga biaya tetapnya juga tinggi
b.      Perusahaan yang struktur biaya variabelnya rendah dan biaya tetapnya tinggi
c.       Perusahaan yang struktur biaya variabelnya tinggi dan  biaya tetapnya rendah
d.      Perusahaan yang struktur biaya variabelnya rendah dan juga biaya tetapnya juga trendah.

D.     Operating Leverage
Operating Leverage adalah suatu pengukur  perubahan laba bersih yang diakibatkan oleh volume penjualan.
Rumus perhitungan tingkat operating leverage adalah sebagai berikut :


 



        Operating Leverage dipengaruhi oleh struktur biaya suatu perusahaan.Jika perusahaan mempunyai struktur biaya tetap yang tinggi dan biaya variabel per unit yang rendah maka operating leveragenya tinggi.Sebaliknya,jika perusahaan mempunyai struktur biaya tetap yang rendah dan biaya variabel per  unit yang tinggi maka operating leveragenya rendah.Karena tinggi rendahnya tingkat operatingleverage searah dengan biaya tetap di suatu perusahaan,maka operating leverage juga didefinisikan sebagai suatu pengukur tingkat biaya tetap yang digunakan dalam suatu perusahaan.
     Jika suatu perusahaan mempunyai operating leverage yang tinggi,maka laba sifatnya sangat peka atau sensitif terhadap perubahan penjualan.Kenaikan penjualan dalam presentase yang relatif kecil dapat menghasilkan presentase kenaikan laba yang besar.Presentase kenaikan laba bersih dapat dihitung dengan mengalikan operating leverage dengan presentase kenaikan penjualan yang diharapkan.

E.   Penerapan konsep Biaya-Volume-Laba

Konsep biaya-volume-laba dapat dipakai oleh manajemen untuk menghadapi berbagai kemungkinan kondisi yang dapat mempengaruhi pembuatan keputusan dan perencanaan laba melalui analisis sensitifitas.Analisis sensitifitas adalah analisis terhadap perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi laba.Faktor-faktor tersebut meliputi :
1.      Perubahan harga jual per unit barang dagangan,produk,atau jasa yang dijual.
2.      Perubahan jumlah total biaya tetap.
3.      Perubahan biaya variabel per unit.
4.      Kombinasi perubahan harga jual per unit,total biaya tetap,biaya variabel per unit,dan volume penjualan.


Contoh soal& kasus  :
v  Perencanaan laba perusahaan dagang
            PD Mulya adalah suatu perusahaan dagang yang menjual satu jenis barang dagangan.Kapasitas penjualan normal perusahaan ini dalam satu tahun sebesar 16.000 unit barang dagangan. Data penjualan dan biaya yang direncanakan adalah;
Harga jual per unit barang dagangan                Rp.       250,00
Harga pokok penjualan pe unit                         Rp.       120,00
Biaya pemasaran variabel per unit                    Rp.        20,00
Biaya administrasi variabel per unit                  Rp.        10,00
Total biaya pemasaran tetap                              Rp.350.000,00
Total biaya administrasi tetap                           Rp.250.000,00
Diminta:
1.      Menghitung tingkat break-even dalam kuantitas dan rupiah pada impas.
2.      Menghitung tingkat penjualan dalam kuantitas dan rupiah pada laba yang dianggarkan sebesar Rp.200.000,00,
3.      Menghitung tingkat penjualan jika perusahaan merencanakan laba bersih sebesar 20% dari tingkat penjualan.
4.      Menghitung tingkat penjualan jika perusahaan merencanakan laba sebesar 25% dari biaya variabel.
5.      Menghitung tingkat penjualan jika perusahaan mencanankan laba 25% dari total biaya.
6.      Menghitung laba absolut dan parsentase dan penjualan jika kuantitas penjualan mencapai 16.000 unit
7.      Menggambarkan grafik
a)        Total pendapatan ,biaya dan laba
b)        Pendapatan biaya dan laba per unit
c)        Volume-laba

Penyelesaian
1.      Menghitung tingkat break-even dalam kuantitas dan rupiah
a. Break-even dalam kuantitas
a = Rp.350.000,00+ Rp.250.000,00 = Rp. 600.000,00
p = Rp.250,00
b = Rp.120,00+Rp.20,00+Rp10,00 =Rp. 150,00

b. Impas dalam rupiah
pX =Rp.1.500.000,00

Text Box: Bukti:
Penjualan  =6000 X Rp. 250,00 =Rp. 1.500.000,00
Biaya Variabel  =6000 X Rp. 150,00 =Rp.    900.000,00
Contribusi margin =6000 X Rp. 100,00 =Rp.    600.000,00
Total biaya tetap    =Rp.    600.000,00
Laba bersih     =Rp.        0
2.      Menghitung tingkat penjualan dalam kuantitas dan rupiah pada laba yang dianggarkan sebesar Rp.200.000,00,

a.       Penjualan dalam kuantitas


b.      Penjualan dalam rupiah



pX=Rp.2.000.000,00
Text Box: Bukti:
Penjualan  =8000 X Rp. 250,00 =Rp. 2.000.000,00
Biaya Variabel  =8000 X Rp. 150,00 =Rp. 1. 200.000,00
Contribusi margin =8000 X Rp. 100,00 =Rp.    800.000,00
Total biaya tetap    =Rp.    600.000,00
Laba bersih     =Rp.    200.000,00

3.      Menghitung tingkat penjualan jika perusahaan merencanakan laba bersih sebesar 20% dari tingkat penjualan.






Text Box: Bukti:
Penjualan  =12.000 X Rp. 250,00 =Rp. 3.000.000,00
Biaya Variabel  =12.000 X Rp. 150,00 =Rp.  1.800.000,00
Laba  kontribusi  =12.000 X Rp. 100,00 =Rp.  1.200.000,00
Total biaya tetap    =Rp.    600.000,00
Laba bersih     =Rp.    600.000,00
%  Laba dari penjualan  =(Rp. 600.000,000: Rp. 3.000.000,00) 100%
   =20%

4.      Menghitung tingkat penjualan jika perusahaan merencanakan laba sebesar 25% dari biaya variabel.




Text Box: Bukti:
Penjualan  =9.600 X Rp. 250,00 =Rp. 2.400.000,00
Biaya Variabel  =9.600 X Rp. 150,00 =Rp.  1.440.000,00
Laba  kontribusi  =9.600 X Rp. 100,00 =Rp.    960.000,00
Total biaya tetap    =Rp.    600.000,00
Laba bersih     =Rp.    360.000,00
%  Laba dari biaya variabel  =(Rp. 360.000,000: Rp. 1.440.000,00) 100%
    =25%

5.      Menghitung tingkat penjualan jika perusahaan mencanankan laba 25% dari total biaya.





Text Box: Bukti:
Penjualan  =12.000 X Rp. 250,00 =Rp. 3.000.000,00
Biaya Variabel  =12.000 X Rp. 150,00 =Rp.  1.800.000,00
Laba  kontribusi  =12.000 X Rp. 100,00 =Rp.  1.200.000,00
Total biaya tetap    =Rp.    600.000,00
Laba bersih     =Rp.    600.000,00
%  Laba dari total biaya  =(Rp. 600.000,000: (Rp. 1.800.000,00+ Rp. 600.000,00) 100%
   =25%

6.      Menghitung laba absolut dan parsentase dan penjualan jika kuantitas penjualan mencapai 16.000 unit
Rounded Rectangle: Penjualan  =16.000 X Rp.250,00 = Rp.4.000.000
Biaya variabel  =16.000 XRp.150.000 = Rp.2.400.000
Laba kontribusi =16.000 XRp.100,00 = Rp.1.600.000
Total biaya tetap    = Rp.    600.000
Laba besih     = Rp.1.000.000
Persentase laba dari penjulan =(Rp.1.000.000:Rp.4.000.000)
     =25%

7.      a. Grafik total pendapatan biaya dan laba


b. Grafik Pendapatan biaya dan laba per unit

c.       Grafik volume laba


v  Perencanaan laba perusahaan manufaktur
            PT Indojaya adalah suatu perusahaan manufaktur yang menjual satu jenis produk,yaitu produk L. Kapasitas penjualan dan produksi normal perusahaan ini dalam satu tahun sebesar 32.000 unit produk.Data penjualan dan biaya yang direncanakan untuk tahunn19X8 adalah sebagai berikut :
            Harga jual per unit produk                              Rp.      200,00
            Harga pokok penjualan variabel per unit        Rp.      75,00
            Biaya pemasaran variabel per unit                  Rp.      15,00
            Biaya administrasi variabel per unit                Rp.      10,00
            Total biaya produksi tetap                              Rp. 900.000,00          
Total biaya pemasaran tetap                            Rp. 350.000,00
Total biaya administrasi tetap                         Rp. 150.000,00
Total biaya bunga tetap                                   Rp. 100.000,00
Diminta :
1.      Menghitung tingkat penjualan dalam kuantitas dan rupiah pada impas.
2.      Menghitung tingkat penjualan dalam kuantitas dan rupiah pada laba yang dianggarkan sebesar Rp. 400.000,00
3.      Menghitung tingkat penjualan jika perusahaan merencanakan laba bersih sebesar 12,5% dari tingkat penjualan.



Penyelesaian :
1.      Menghitung tingkat impas dalam kuantitas dan rupiah :

a.       Impas dalam kuantitas
a                            a                           
X =                              =                                  
                  p – b                LK per unit
a = Rp. 900.000,00 +  Rp. 350.000,00 + Rp. 150.000,00 + Rp. 100.000,00
   = Rp. 1.500.000,00
p = Rp. 200,00
b = Rp. 75,00 + Rp. 15,00 + Rp. 10,00 = Rp. 100,00

                  Rp. 1.500.000,00                                 Rp. 1.500.000,00
X =                                                            =
             Rp. 200,00 – Rp. 100,00                             Rp. 100,00
X =                   Rp. 15.000,00

b.      Impas dalam rupiah


                                            pX=Rp. 3.000.000,00

2.      Menghitung tingkat penjualan dalam kuantitas dan rupiah pada laba yang direncanakan sebesar  Rp. 400.000,00

a.       Penjualan dalam kuantitas


X = 19.000

b.      Penjualan dalam rupiah
pX = Rp.3.800.000,00

3.      Menghitung tingkat penjualan jika perusahaan merencanakan laba bersih 12,5% dari penjualan




100X=Rp.1.500.000,00+25X

75X=Rp.1.500.000,00


v  Laba kontribusi dan ratio laba kontribusi
              PT. Indoven memproduksi  satu jenis produk yaitu alat pemanggang makanan untuk rumah tangga. Alat tersebut dijual Rp. 25.000,00 per buah. Besarnya biaya variabel adalah Rp. 15.000,00 per buah. Besarnya total biaya tetap Rp.3.000.000 per tahun.Dari data tersebut tampak bahwa setiap satu buah produk dapat menghasilkan laba kontribusi sebesar Rp.25.000,00 – Rp.15.000,00 = Rp.10.000,00. Jika yang terjual 200 buah produk maka tersedia laba kontribusi = 200 X Rp.10.000,00 sehingga rugi laba perusahaan nampak sebagai berikut
Rounded Rectangle: Penjualan  =  200 X Rp.25.000,00  =  Rp.5.000.000
Biaya variabel  =  200 X Rp.15.000,00  = Rp.3.000.000
Laba kontribusi =  200 X Rp.10.000,00  = Rp.2.000.000
Biaya tetap      = Rp.3.000.000
Rugi bersih      = Rp.1.000.000
Dari contoh di atas tampak bahwa laba kontribusi yang dihasilkan tidak cukup untuk menutup semua biaya tetap. Rp.1.000.000,00 merupakan rugi prusahaan.jika laba kontribusi yang dihasilkan dari penjualan jumlahnya sebesar biaya tetap maka di capai impas dan apabila laba kontribusi yang dihasilkan dari penjualan jumlahnya lebih besar dari biaya tetap maka diperoleh laba.


v  Struktur Pendapatan
PT Indotel adalah perusahaan yang menjual jasa telepon pada langganannya. Pada tahun 1998 perusahaan merencanakan untuk memiliki 1.000 langganan.perusahaan menerima pendapatan tetap dari pelanggan sebesar Rp. 25,00 per pulsa. Biaya variabel per pulsa Rp. 5,00. Besarnya total biaya tetap Rp. 132.000.000,00.
Diminta:
1.      Tingkat penjualan pada impas
2.      Tingkat penjualan untuk memperoleh laba sebesar Rp. 30.000.000,00

Jawab;
1.      Tingkat penjualan pada impas
Jadi impas tercapai pada penjualan sebesar  6.000.000 pulsa atau 6.000.000 X Rp. 25,00 =Rp.150.000.000,00
2.      Tingkat penjualan mendapatkan laba Rp. 30.000.000,00


v  Struktur biaya
Manajemen PT Swadaya memutuskan untuk menghasilkan satu jenis produk baru ,yaitu produk K yang dapat dijual dengan harga Rp. 1.000.000 per buah. Untuk mengolah produk K menejemen dapat memilih dua tipe mesin yaitu mesin A dan mesin B yang mempunyai kapasitas yang sama yaitu sebesar 5.000 buah per tahun dan umur ekonomis 5 tahun.perbandingan biayanya adalah.
Keterangan
Mesin A
Mesin B
Biaya tetap
Biaya Variabel
Rp. 600.000,00
Rp.        600,00
Rp. 1.800.000,00
Rp.           200,00

Diminta
1.      Menghitung tingkat impas setiap mesin
2.      Menghitung tingkat penjualan produk yang menunjukkan alternatif laba yang tidak berbeda antara mengunakan mesin A dengan mesin B.
3.      Jika tingkat penjualan rata-rata per tahun 2.500. mesin mana yang sebaiknya dipilih?
4.      Jika tingkat penjualan rata-rata per tahun 3.500. mesin mana yang sebaiknya dipilih?
Penyelesaian
1.         Tingkat impas setiap jenis mesin
2.         Tingkat penjualan produk yang menunjukkan altenatif laba yang sama
3.              Jika tingkat penjualan produk 2.500 per tahun maka tingkat labanya adalah

Mesin A

Mesin B

Penjualan
 Rp  2.500.000,00

 Rp    2.500.000,00

Biaya Variabel
 Rp  1.500.000,00

 Rp        500.000,00

Laba Kontribusi
 Rp  1.000.000,00

 Rp    2.000.000,00

Biaya tetap
 Rp      600.000,00

 Rp    1.800.000,00

Laba bersih
 Rp      400.000,00

 Rp        200.000,00


Atas perhitungan di atas manajemen lebih baik memilih mesin A karena labanya lebih besar

4.              Jika tingkat penjualan produk 3.500 per tahun maka tingkat labanya adalah

Mesin A

Mesin B

Penjualan
 Rp  3.500.000,00

 Rp    3.500.000,00

Biaya Variabel
 Rp  2.100.000,00

 Rp        700.000,00

Laba Kontribusi
 Rp  1.400.000,00

 Rp    2.800.000,00

Biaya tetap
 Rp      600.000,00

 Rp    1.800.000,00

Laba bersih
 Rp      800.000,00

 Rp    1.000.000,00


Atas perhitungan di atas manajemen lebih baik memilih mesin B karena labanya lebih besar








v  Operating Laverage
Pada tingkat penjualan Rp.1.000.000,00 laporan rugi laba PT.Y dan PT.Z sebagai berikut.
Rounded Rectangle:     PT.Y   PT.Z
Penjualan  Rp.1.000.000,00 Rp.1.000.000,00
Biaya variabel  Rp.    600.000,00 Rp.    200.000,00
Laba kontribusi Rp.    400.000,00 Rp.    800.000,00
Biaya tetap  Rp.    200.000,00 Rp.    600.000,00
Laba bersih  Rp.    200.000,00 Rp.    200.000,00
Diminta;
Menghitung operating laverage untuk PT.Y dan PT.Z
Penyelesaian;
Atas dasar perhitungan operating laverage tersebut dapat diharapkan bahwa perubahan penjualan dalam persentase tertentu akan menyebabkan laba bersih yang lebih besar pada PT,Z dari pada PT.Y sbge contoh jika penjualan meningkat 30% maka persentase kenaikan laba bersih pada masing-masing perusahaan adalah;

Laba bersih mula-mula
Persentase kenaikan penjualan
Operating laverage
Persentasi kenaikan laba
Kenaikan laba
PT.Y
Rp.200.000,00
30%
2
60%
Rp.120.000,00
PT.Z
Rp.200.000,00
30%
4
120%
Rp.240.000,00

Demikian pula jika terjadi penurunan tingkat penjualan sebanyak 30% pada masing-masing perusahaan perhitungannya sebagai berikut:

Laba bersih mula-mula
Persentase penurunan penjualan
Operating laverage
Persentasi penurunan laba
penurunan laba
PT.Y
Rp.200.000,00
30%
2
60%
Rp.120.000,00
PT.Z
Rp.200.000,00
30%
4
120%
Rp.240.000,00






v  Penetapan konsep hubungan biaya volume laba:

PT.indoven mula-mula sebagai berikut:
Rounded Rectangle:     Per unit  Persentase
Harga jual   Rp.25.000,00  100%
Biaya variabel   Rp.15.000,00  60%
Laba kontribusi  Rp.10.000,00  40%
Total biaya tetap per tahun    Rp.3.000.000
·         Perubahan total biaya tetap dan volume penjualan
            PT.Indoven pada saat ini menjual 400 unit produk. Manejer penjualan perusahaan tersebut memperkirakan bahwa  jika biaya advertensi ditingkatkan  Rp.1.000.000,00 penjualan dapat di naikkan menjadi 520 unit produk. Apakah rencana peningkatan advertensi terdebut diterima oleh manajer....?
Jawab:
Rounded Rectangle: Kenaikan laba kontribusi =(520-400)Rp.10.000  = Rp.1.200.000,00
Kenaikan biaya advertensi (biaya tetap)  = Rp.1.000.000,00
Kenaikan laba bersih     = Rp.   200.000,00
Atas dasar perhitungan tersebut di atas tampak bahwa rencana menaikkan biaya advertensi akan meningkatkan laba sebesar Rp.200.000,00. Maka rencana tersebut sebaiknya dilaksanakan  oleh manajemen.
·           Perubahan biaya variabel dan volume penjualan
     PT.Indoven dapat menjual 400 unit satu periode. Manajemen memperkirakan bahwa pengantian komponen pembuat produk akan dapat mengurangi biaya variabel sebesar Rp. 2.500,00 per unit atau laba kotribusi meningkat Rp.2.500,00 menjadi 12.500,00 per unit.akan tetapi menejer penjualan memperkirakan  penjualannya turun 50 buah menjadi 350 buah. Apakah pengantian komponen tersebut akan dilaksanakan...?
Jawab:
Rounded Rectangle: Total laba kontribusi yang diharapkan =350XRp.12.500,00  =Rp.4.375.000,00
Total laba kontribusi saat ini   =400XRp.10.000,00 =Rp.4.000.000,00
Kenaikan total laba kontribusi     =Rp.    375.000,00

Dari perhitungan dia atas tampak bahwa pengantian komponen akan mengakibatkan kenailkan laba kontribusi sebesar Rp.375.000,00 sehingga laba bersih juga naik sebesar Rp.375.000,00. Oleh karena itu  pengantian komponen tersebut sebaiknya dilaksanakan.
Daftar pustaka

Ahmad.Kamarudin.2000.Manajemen KeuanganInternasional: Teori,Soal, danPembahasan. Palembang :PenerbitUniversitasSriwijaya.
Drs. Abdul halim, M.B.A., Akuntan dan Drs. BambangSupono,Akuntan”AkuntansiManajeman “ EdisiPertama,Yogyakarta, BPFE,1999
Mowen.Hansen.Manajemenakuntingkarya

Powered By Blogger